Analisis Data Pengujian Mesin Scotch-Brite pada Proses Penghalusan Permukaan Cat pada Kabinet Piano
Kata Kunci:
Uji Kinerja, Mesin Scotch-Brite, Industri Kayu, Gloss Unit, Frekuensi InverterAbstrak
Industri pembuatan piano memiliki banyak tahapan untuk menghasilkan produk berkualitas, salah satunya adalah proses penghalusan permukaan cabinet setelah pengecatan sealer. Banyak industri kerajinan kayu masih melakukan penghalusan secara manual menggunakan scotch-brite sehingga membutuhkan tenaga kerja lebih besar dan waktu pengerjaan lebih lama. Untuk meningkatkan efisiensi, dilakukan perancangan dan uji kinerja mesin scotch-brite yang tetap dioperasikan manual oleh operator. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja mesin serta membandingkan efisiensi dengan metode manual. Pengujian dilakukan menggunakan 10 papan sampel yang telah dilapisi basecoat atau sealer. Setiap sampel diuji dengan 10 kali siklus penghalusan pada variasi frekuensi inverter 30 Hz, 35 Hz, 40 Hz, 45 Hz, dan 50 Hz. Nilai awal gloss permukaan sampel adalah 18 GU, sedangkan standar hasil penghalusan berada pada kisaran 10–14 GU. Hasil terbaik diperoleh pada frekuensi 50 Hz dengan rata-rata 12,4 GU. Proses penghalusan 10 sampel membutuhkan waktu 223 detik atau 3,7 menit. Mesin scotch brite terbukti lebih efisien dengan tingkat efisiensi mencapai 53,5%, mampu menghemat waktu sekitar 4,2 menit dibandingkan metode manual, serta sekitar 52,5%, yang menunjukkan bahwa lebih dari setengah upaya manual dapat digantikan oleh kinerja mesin. Hal ini tidak hanya mempercepat proses produksi, tetapi juga menurunkan tingkat kelelahan operator dan meningkatkan produktivitas secara keseluruhan. Dengan demikian, mesin ini dapat mendukung di PT. Yamaha Music Manufacturing Indonesia.



