ANALISA PENGGUNAAN ENERGI ALTERNATIF PADA KAPAL BULK CARRIER UNTUK MENEKAN EMISI PADA PELAYARAN PELABUHAN KWINANA AUSTRALIA MENUJU PELABUHAN TANJUNG PERAK INDONESIA

Isi Artikel Utama

Achmad Bilal Mahesa Pradana
Arif Fadillah

Abstrak

Penelitian ini menganalisis penggunaan amonia sebagai bahan bakar alternatif pada kapal bulk carrier rute pelabuhan Kwinana, Australia, menuju pelabuhan Tanjung Perak, Indonesia. Analisis dilakukan terhadap kebutuhan bahan bakar, kinerja pelayaran, perubahan karakteristik kapal, emisi gas buang, serta biaya operasional dibandingkan dengan Marine Diesel Oil (MDO). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan bahan bakar Amonia mencapai 969,609 ton , lebih tinggi dibandingkan MDO sebesar 487,027 ton, dengan waktu pelayaran yang sedikit lebih lama. Penggunaan Amonia meningkatkan Light Weight Tonnage (LWT) dari 4571.6 ton menjadi 4621.44 ton dan Dead Weight Tonnage (DWT) dari 33,951 ton menjadi 34,433.ton akibat penambahan tangki bahan bakar. Dari aspek lingkungan, Amonia tidak menghasilkan emisi CO2,  SOx dan PM10. Sedangkan emisi NOX dapat ditekan secara signifikan melalui penggunaan scrubber. Namun, total biaya operasional dan investasi Amonia mencapai Rp 5,62 triliun per tahun, lebih rendah dibandingkan MDO sebesar Rp 5,68 triliun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa amonia berpotensi mendukung dekarbonisasi sektor maritim, meskipun memerlukan investasi yang lebih besar untuk implementasinya.


Kata kunci: Amonia, bulk carrier, Marine Diesel Oil, emisi, LWT, DWT, dekarbonisasi maritim.

Rincian Artikel

Bagian
Articles
Biografi Penulis

Arif Fadillah

<em>This study analyzes the use of ammonia as an alternative fuel for a bulk carrier operating on the route from Kwinana Port, Australia, to Tanjung Perak Port, Indonesia. The analysis covers fuel consumption, voyage performance, ship characteristics, exhaust emissions, and operational costs compared with Marine Diesel Oil (MDO). The results show that ammonia consumption reaches 969,609 tons , higher than MDO at 487,027 tons, resulting in a slightly longer  duration. The use of ammonia increases the vessel’s <strong>Light Weight Tonnage (LWT)</strong> from 4571.6 tons to 4621.44 tons and <strong>Dead Weight Tonnage (DWT)</strong> from 33,951 tons to 34,433 tons due to the additional fuel storage tank. From an environmental perspective, ammonia produces no CO₂, SOx, or PM₁₀ emissions, while NOx emissions can be significantly reduced through the implementation of a scrubber. However, the total annual operational and investment cost of Ammonia reaches IDR 5,62 trillion, than MDO at IDR 75,68 trillion. The findings indicate that ammonia has strong potential to support maritime decarbonization, although its implementation requires substantially higher investment costs</em><strong><em>Keywords:</em></strong><em> ammonia, bulk carrier, Marine Diesel Oil, emissions, LWT, DWT, maritime decarbonization</em>