Analisis Transportasi Penyebrangan Laut Antar Negara di Pulau Sumatera, Studi Kasus : Penyebrangan Tanjung Balai Karimun - Harbour Front Singapura dan Tanjung Balai Karimun - Pelabuhan Kukup dan Pelabuhan Puteri Malaysia

Penulis

  • Danny Faturachman Program Studi Teknik Kelautan Universitas Darma Persada

Kata Kunci:

Ferry, Harbour Front, Penyeberangan laut antar negara di pulau Sumatera, Pelabuhan Kukup, Pelabuhan Puteri, Tanjung Balai Karimun

Abstrak

Perairan Indonesia selain sebagai penghubung antar kota dan pulau, juga antar Negara sebagai perbatasan di pulau Sumatera, yang melibatkan 3 negara yaitu Indonesia, Malaysia dan Singapura. Penelitian ini dilakukan guna menginventarisasi permasalahan keselamatan di bidang transportasi penyeberangan laut di pulau Sumatera, khususnya di perbatasan antara Indonesia, Malaysia dan Singapura, serta menganalisis standar keselamatan dan keamanan transportasi penyeberangan laut dengan melihat kondisi peralatan keselamatan yang tersedia di kapal dan kondisi pelabuhan penyeberangan laut di perbatasan antara Indonesia, Malaysia dan Singapura. Selain Batam, Tanjung Balai Karimun juga melayani kapal ferry penumpang ke Singapura dan Malaysia. Dengan melakukan penelitian ini diharapkan akan diketahui peralatan keselamatan yang ada di kapal-kapal ferry yang melayari Tanjung Balai Karimun – Singapura (pelabuhan Harbour Front) dan juga Tanjung Balai Karimun – Malaysia (pelabuhan Kukup dan pelabuhan Puteri) guna mencegah terjadinya kecelakaan transportasi laut di kemudian hari.

Unduhan

Diterbitkan

2017-09-04

Cara Mengutip

Faturachman, D. (2017). Analisis Transportasi Penyebrangan Laut Antar Negara di Pulau Sumatera, Studi Kasus : Penyebrangan Tanjung Balai Karimun - Harbour Front Singapura dan Tanjung Balai Karimun - Pelabuhan Kukup dan Pelabuhan Puteri Malaysia. Jurnal Sains & Teknologi Fakultas Teknik Universitas Darma Persada, 7(2), 59–67. Diambil dari https://jst.unsada.ac.id/index.php/jst/article/view/24

Terbitan

Bagian

Articles