ANALISIS KEKUATAN BAN AIRLESS SKUTER ELEKTRIK MENGGUNAKAN FINITE ELEMENT METHOD
DOI:
https://doi.org/10.70746/jstunsada.v14i2.516Kata Kunci:
ban airless, skuter elektrik, tegangan, defleksi, FEMAbstrak
Perkembangan kendaraan ramah lingkungan seperti skuter elektrik semakindiminati, khususnya oleh anak-anak. Namun, masalah pada ban konvensional sepertirisiko bocor dan perlunya perawatan tekanan angin mendorong munculnya inovasi bantanpa udara (airless tire). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kekuatan dankenyamanan ban airless skuter elektrik menggunakan simulasi berbasis Finite ElementMethod (FEM) melalui perangkat lunak ANSYS Workbench. Dua jenis material spokediuji: Polyvinyl Chloride (PVC) dan High-Density Polyethylene (HDPE). Hasil simulasimenunjukkan bahwa ban airless dengan spoke dari material PVC menghasilkan defleksivertikal sebesar 2,56 mm, masih berada dalam batas kenyamanan maksimal sebesar 2,7mm. Tegangan maksimum pada PVC tercatat sebesar 7,2436 MPa, jauh di bawah batasaman material tersebut. Sementara itu, HDPE mengalami defleksi 4,2 mm, yang melebihibatas kenyamanan, meskipun tegangan maksimumnya masih aman sebesar 6,1006 MPa.Dari hasil ini disimpulkan bahwa material spoke PVC lebih direkomendasikan untukdigunakan dalam desain ban airless skuter anak karena memberikan keseimbangan antarakekuatan dan kenyamanan. Penelitian ini juga menunjukkan potensi desain alternatifdengan biaya lebih ekonomis dibandingkan ban airless komersial.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2024 Tota Pirdo kasih, Alfian Destha Joanda

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.



