Mothballing HP Gas Scrubber pada Fasilitas Penerima Gas untuk Bahan Bakar PLTG

Isi Artikel Utama

Nopryandi

Abstrak

Dalam pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga gas (PLTG) parameter yang perlu diperhatikanadalah sumber tenaga gas yang konstan dan berkesinambungan serta sesuai dengan spesifikasi gasyang diperlukan untuk penggerak turbin gas, sehingga dibutuhkan Fasilitas penerima gas. Pada tatakelola Pembangkit Listrik Tenaga Gas, melibatkan 2 institusi / Perusahaan yaitu Perusahaanpengadaan gas yang akan membuat semua fasilitas nya dan Perusahaan Pembangkit Listrik TenagaGas yang akan membangun semua fasilitannya, yang terikat dalam sebuah perjanjian kontrak jualbeli gas dan dituangkan kontrak (PJBG) dimana berisi kapasitas, spesifikasi teknis, waktu serahterima gas yang berdampak penyelesaian proyek fasilitas untuk penyedia gas dan fasilitas pembangkitserta konsekwensi yang terjadi jika terjadi. Dalam pelaksanaannya proyek fasilitas PLTG terjadiketidaksesuaian dengan jadwal yang disepakati di dalam kontrak dimana proyek fasilitas penerimagas selesai sesuai jadwal proyek, semua peralatan yang digunakan telah disertifikasi oleh instansiyang berwenang yaitu Dinas Metrologi, berarti gas sudah dialirkan ke Fasilitas penerima gas,. Tetapikarena fasilitas PLTG belum selesai maka maka Fasilitas penerima gas harus dinonaktifkan agaraman ditinggalkan dalam waktu yang lama serta aman diaktifkan lagi. Proses penonaktifan fasilitasinilah yang dikenal dengan istilah Mothballing.

Rincian Artikel

Cara Mengutip
Nopryandi. (2024). Mothballing HP Gas Scrubber pada Fasilitas Penerima Gas untuk Bahan Bakar PLTG. Jurnal Sains & Teknologi Fakultas Teknik Universitas Darma Persada, 14(1), 108–111. https://doi.org/10.70746/jstunsada.v14i1.509
Bagian
Articles