Optimalisasi Penjadwalan Pekerjaan Produksi dengan Metode Earliest Due Date (EDD) di PT. Pabrik Tepung Bogasari: Studi Kasus
Isi Artikel Utama
Abstrak
Perencanaan produksi merupakan faktor kunci yang mempengaruhi keberhasilan dan profitabilitas suatu perusahaan dalam memenuhi permintaan pasar. Untuk produksi yang optimal, perusahaan perlu merencanakan shift dan perencanaan produksi yang optimal. Hal ini termasuk membuat jadwal produksi yang optimal dan memastikan kualitas produksi yang optimal.
Sistem penjadwalan produksi pada PT. Bogasari Flour Mills masih melakukan penjadwalan dengan menggunakan lembaran excel yang berisi rencana target produksi lalu dibagikan kepada tim operator Mill. Pembuatan jadwal dengan cara ini membutuhkan waktu yang lama dan sering ditemukan ketidaksesuaian. Pada saat proses produksinya, sering ditemukan masalah pada mesin penggiling yang membuat produksi harus stop sementara untuk dilakukan maintenance. Sehingga hasil produksi tidak sesuai dengan jadwal rencana produksi. Perubahan dilakukan hanya dengan menambahkan keterangan pada lembaran excel. Pada saat terjadinya perubahan jadwal produksi tidak dapat dilakukan secara cepat, mengakibatkan kesulitan dalam menjaga konsistensi dan ketepatan jadwal produksi.
Alternatif solusinya adalah dengan membangun sistem informasi yang menghubungkan perencanaan produksi untuk meningkatkan efisiensi PPIC dan Operator Mill dalam operasional sehari-hari. Sistem ini terdiri dari sistem penjadwalan produksi yang meliputi jadwal produksi, operator, dan laporan produksi harian. Sistem menggunakan diagram use case untuk mengidentifikasi interaksi antara proses dan informasi dari masing-masing aktor. Metode Early Due Date (EDD) digunakan dalam aplikasi untuk meminimalkan biaya tenaga kerja dengan menghitung tanggal jatuh tempo.
Rincian Artikel

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.